Image

Kegiatan Forum Kerukunan Umat Beragama Kab. Mojokerto

Admin

Dibaca 25 kali

Pada Tanggal 19 September 2017 dilaksanakan Silaturrahim Antar Umat Beragama Periode ke 4.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Mojokerto tersebut bertujuan untuk menjalin silaturrahim antar umat beragama dan menjaga kerukunan antar umat beragama di Kab. Mojokerto

Pada kesempatan kali ini Kegiatan Silaturrahim Antar Umat Beragama periode 4 ini di laksanakan di Maha Vihara Majapahit (Kompleks Patung Budha Tidur) Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bapak Ketua Dewan Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang dijabat oleh Bapak Wakil Bupati Mojokerto, Bapak Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Mojokerto, Bapak Asisten Pemerintahan dan Kesra, Anggota Dewan Penasehat FKUB Kab. Mojokerto, Pengurus FKUB Kab. Mojokerto, Muspika Trowulan dan beberapa undangan.

Dalam sambutannya Bapak Wakil Bupati Mojokerto menekankan Saat ini masyarakat kita dikejutkan dengan pemberitaan konflik Myanmar baik melalui TV maupun media sosial. Konflik yang terjadi di Myanmar sebetulnya bukan konflik yang berlatar belakang masalah agama tapi masalah kemanusiaan yakni terjadinya pelanggaran HAM pada etnis Rohingya, namun dalam perkembangannya konflik yag terjadi di Myanmar diprovokasi menjadi konflik yang berlatar belakang agama, sehingga dampaknya fatal bagi kerukunan umat beragama.

Dalam kesempatan yang lain ada beberapa pendapat yakni Kita harus bijak dalam menyikapi konflik Myanmar, jangan sampai terpancing dan terprovokasi. Menjadi kewajiban semua pihak untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dan memperkuat kebersamaan, memperkuat tali silaturahmi, dengan prinsip saling menghormati, saling memahami dan saling toleransi sehingga bisa tercipta kehidupan yang harmonis.

Kita berharap konflik yang terjadi di Myanmar bisa diselesaikan dengan baik dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Masyarakat kita jangan sampai terpicu dengan konflik yang terjadi di Myanmar, karena dunia luar tidak suka dengan keharmonisan dan kebersamaan yang ada pada masyarakat Indonesia. kita hrs bisa memberi contoh yang baik pada dunia bahwa Indonesia menginginkan kehidupan masyarakat yang aman, tentram, rukun dan damai.

Menjadi tanggung jawab  kita semua  agar wilayah Kabupaten Mojokerto bisa kondusif, aman , tentram dan damai, namun demikian harus tetap waspada.

Link: